Komisi III DPRD Akan Evaluasi PUPR Ternate soal Proyek Dermaga Hiri

Share on facebook
Facebook
Share on twitter
Twitter
Share on whatsapp
WhatsApp
Share on telegram
Telegram

Komisi III DPRD Kota Ternate, Maluku Utara, bakal mengevaluasi sejumlah kegiatan milik Dinas PUPR Kota Ternate pada tahun anggaran 2021 melalui rapat dengar pendapat pada Rabu (22/12). Evaluasi ini juga mengarah pada progres pekerjaan pemecah ombak dermaga Hiri yang berada di Kelurahan Sulamadaha.

“Jadi Rabu dan Kamis nanti kami (Komisi III) akan panggil PUPR untuk mengevaluasi sejumlah kegiatan tahun anggaran 2021, termasuk salah satu yang akan ditanyakan yakni progres pembangunan dermaga Hiri dan pemecah ombaknya,” ucap anggota Komisi III DPRD Kota Ternate, Nurlaela Syarif, kepada cermat, Selasa (21/11).
Nurlaela bilang, bahkan pihaknya turut mengundang pihak BPBJ Setda Kota Ternate, sehingga banyak hal yang akan ditindaklanjuti.
“Semoga dalam hasil rapat dengar pendapat ini dengan PUPR dan BPBJ kita akan tanyakan soal kegelisahan masyarakat Pulau Ternate atas janji pemerintah mengenai pembangunan pelabuhan Hiri tersebut,” ujarnya.
Ia menyebut semua anggaran proyek dermaga Hiri ini sudah diahlikan ke pihak Dinas PUPR. Sehingga itu ia ingin tahu soal kendala apa yang sedang dihadapi PUPR.
“Nanti semua kita lihat besok di rapat evaluasi bersama,” jelasnya.
Terkait pengusulan anggaran pembangunan lanjutan dermaga Hiri, ia mengaku, sudah termuat dalam APBD 2022.
“Nanti di rapat juga kita akan pastikan, seperti apa jika masuk di APBD 2022. Apalagi ini sudah menjadi janji pemerintah kepada masyarakat Hiri, sehingga kami yakin pemerintah tetap konsisten terhadap apa yang sudah dijanjikan ke masyarakat Hiri,” pungkasnya.
Sedangkan Sekretaris Dinas PUPR Kota Ternate, Nasrun A Samaun, mengaku target percetakan tetrapod pemecah ombak dermaga Hiri itu tak akan mencapai 600 buah lebih sesuai perjanjian awal. Sehingga apa yang dikatakan Kadis PUPR, sebelumnya di sejumlah media itu betul, bahwa pada akhir Desember nanti progres pencapaian hanya bisa maksimal di angka 30 persen.
“Sementara kontrak pekerjaan masih jalan untuk cetak tetrapod, hanya saja lokasi percetakan tak dilakukan di lokasi pelabuhan. Bahkan saya juga tak tahu lokasi saat ini yang dilakukan cetak tetrapod, namun yang jelas proyek ini dibayar sesuai progres pekerjaan,” ungkap Nasrun. (SAR)
Share on facebook
Facebook
Share on twitter
Twitter
Share on whatsapp
WhatsApp
Share on telegram
Telegram

Related Posts

Kotak Aspirasi

Whatsapp Form Widget by www.idblanter.com

Tuliskan Alamat kelurahan RT/RW dan Kecamatan

Kirim Sekarang
Design by Dunia Blanter
Design by www.idblanter.com
Design by www.blantertheme.com
Rio Ilham Hadi - Rhinokage Rio (about.idblanter.com)