Seperti Ini Pengelolaan Sampah di DKI Jakarta, Ternate Bisa Tiru

nggota Komisi III DPRD kota Ternate, Dr. Nurlela Syarif  beberkan hasil kunjungan kerja (Kunker) di Dirjen Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) DKI Jakarta terkait pengelolaan sampah rumah tangga dan sampah sejenis lainnya.

Menurutnya, Pemkot Ternate bisa mendapatkan alokasi anggaran untuk dana insentif daerah untuk khusus Penandatanganan Sampah dan Dana Alokasi Khusus (DAK) penanganan Sampah.

“Nah ini bisa dikucurkan ke Kota Ternate jika updating laporan tentang neraca atau
laporan keuangan yang menyajikan jumlah aset pengelolaan sampah untuk dimasukkan oleh Pemerintah daerah kota Ternate,” katanya saat diwawancarai Beritamalut.co, Senin (4/10/2021).

Menurutnya, data yang dipresentasikan ke Dirjen KLHK baru sampai tahun 2019 sehingga Komisi III akan memanggil Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) kota Ternate untuk memasukkan Neraca Pengelolaan Sampah data Pertahun 2020-2021.

“Kita berpeluang untuk mendapatkan sejumlah alokasi anggaran dari pemerintah pusat. Begitu juga dari kementerian arahannya sampah ini harus terkoordinasi. Bukan hanya menjadi tanggung jawab DLHK Nunun tanggung jawab seluruh instansi terkait misalkan, PUPR, Perkim, Disdik, Dinkes, Dinsos dan Disperindag yang mempunyai tanggung jawab bersama dalam penanganan Sampah,” pungkasnya.

Jika sampah hanya dibebankan kepada DLHK maka akan menjadi problem terus dalam penanganan sampah.

Bahkan kata Nurlela, yang menariknya di Pemerintah DKI Jakarta itu pengelolaan sampah minyak jelangka.

“Jadi bekas minyak goreng dilakukan pengelolaan kembali. Hanya saja kita di kota Ternate tidak kelola secara baik bahkan mereka buang bekas minyak goreng padahal itu bisa menyebabkan pencemaran lingkungan dan itu seharusnya menjadi perhatian pemerintah kota Ternate,” tuturnya.

“Padahal sebenarnya kita bukan Open Dumping namun kita sebenarnya sistim landfill pengolahan sampah di TPA dan itu harus segera diseriusi model pengelolaan TPA oleh DLHK dan Pemerintah kota Ternate dan itu akan komisi III melakukan koordinasi terkait,” ujar politi Partai Nasdem itu.

Nurlela menambahkan, DKI Jakarta juga mempunyai bank sampah dan aplikasi kolaborasi sosial skala besar (KSSB) yang efektif.

Karena itu kunci dari semua pengelolaan sampah ini semuanya dari berbasis masyarakat dan bagaimana pemerintah harus menggenjot masyarakat dengan program-program pemilahan tempat pengolahan sampah dengan prinsip 3R (reduce, reuse dan recycle).

“Maka masyarakat sudah mulai memilah sampah dari rumah, mana sampah basah dan kering,” katanya.

Dengan begitu TPA tidak menjadi beban sampah yang terlalu besar dan itu fokus kunjungan ke DLHK DKI Jakarta.

“Teman-teman Komisi III juga masuk dalam Pansus RPJMD sehingga mereka akan mendorong konkrit terhadap isu strategis tentang sampah sehingga capaiannya lebih jelas, agar tidak terlalu banyak wacana dan mengambang,” ungkapnya.

Karena capaian penanganan Sampah belum terlalu terlihat sehingga banyak hal yang perlu dimaksimalkan berbasis Sampah Rumah Tangga terkelola.

“Karena kita punya jumlah sampah di kota Ternate ini bermuara ke Tempat Pembuangan Akhir (TPA) dan belum ada proses pengurangan sampah secara signifikan maka itu berada pada basis rumah tangga jika kita bicara penekanan dan pengurangan sampah dengan cara memilah,” pungkasnya. (Sukur L)

Sumber : http://beritamalut.co/2021/10/04/seperti-ini-pengelolaan-sampah-di-dki-jakarta-ternate-bisa-tiru/

Share on facebook
Facebook
Share on twitter
Twitter
Share on whatsapp
WhatsApp

BeritaTerkait