Guru SD Swasta di Ternate Nilai Pernyataan Nurlaela Syarif Keliru

Pernyataan anggota DPRD Kota Ternate dari Fraksi Partai Nasdem, Nurlaela Syarif yang meminta Dinas Pendidikan Kota Ternate tidak melempat tanggung jawab atas batalnya rencana belajar mengajar tatap muka di Kota Ternate, mendapat tanggapan dari salah seorang tenaga pendidik pada salah satu Sekolah Dasar (SD) di Ternate.

Dia menilai, pernyataan anggota Komisi III DPRD Kota Ternate itu keliru, jika menyalahkan Dinas Pendidikan Kota Ternate dan menyebut Dinas Pendidikan melempar tanggung jawab.

Ditemui indotimur.com, Auliawati Hakim, salah seorang tenaga pengajar pada sebuah SD swasta di Ternate menilai, pernyataan Nurleela Syarif keliru dan tidak memahami kinerjanya selaku wakil rakyat.

Aulia menyatakan, stetmen Nurlaela yang menyebut Dinas Pendidikan melepar tanggung jawab ke Gugus Tugas adalah pernyataan yang keliru.

“Sebenarnya Dinas Pendidikan tidak memberikan atau melempar tangungjawab  ke gustu covid-19, tetapi anggota DPRD komisi III sendiri melepar tangungjawab di ke Dinas Pendidikan dan Gustu, kalau soal mengkritisi sah-sah saja karena Nurlaela Syarif punya kapasitas untuk bisa mengkritisi,” katanya.

Namun, lanjut dia, kritikan atau masukan yang disampaikan harus rasional dan tepat sasaran, “bagi saya, Nurlaela Syarif memberikan komentar di Dispend tidak rasional, pertanyaanya adalah, Dispend meminta data di Gustu covid-19 itu salah?,” kesalnya

Harusnya, lanjut Aulia, sebagai lembaga yang melakukan pengawasan, khususnya bidang pendidikan, Komisi III mengkritisi Dinas Pendidikan, jika tidak melakukan upaya-upaya dalam masa pandemi covid-19.

“Tapi sejauh ini Dispend punya peran dan upaya besar melakukan sebuah upaya pembelajaran di sekolah, dengan model pendekatan yang dipakai belajar daring (online) dan luring (offline), berdasarkan regulasi dari Kemendikbud,” ungkap alumni STKIP Kie Raha Ternate ini.

Selain itu, berbagai solusi terkait pembelajaran di tengah-tengah pandemi covid-19, juga telah dilakukan Dispend termasuk melatih tenaga pendidik dalam penerapan belajar online maupun offline.

Dia juga menambahkan,  Gustu covid-19 secepatnya juga harus melakukan identifikasi daerah atau Kelurahan di Kota Ternate, yang kategori masuk zona merah, oranje, dan hijau, agar data tersebut didistribusi ke Dispend untuk kemudian ditindaklanjuti.

“Untuk melakukan sistem pembelajaran tatap muka di sekolah sesuai rekomendasi zona yang telah diberikan oleh Gustu covid-19,” jelasnya

Dia meminta DPRD khususnya Komisi III yang membidangi pendidikan, harus membangun sinergitas dengan pihak terkait, baik Gugus Tugas maupun Dinas Pendidikan untuk mencar solusi atas kondisi yang terjadi saat ini.

“Duduk berembuk dan mencari solusi terkait pemberlakuan pembelajaran tatap muka ini, bukan hanya duduk kemudian mengkritisi kinerja instansi terkait,” tutupnya. (ded)

Sumber : https://indotimur.com/pendidikan/guru-sd-swasta-di-ternate-nilai-pernyataan-nurlaela-syarif-keliru

Share on facebook
Facebook
Share on twitter
Twitter
Share on whatsapp
WhatsApp

BeritaTerkait