Warga Dibebani Biaya Rapid Tes Ditengah Aanggaran Ratusan Miliar

Ratusan Sopir Truk lintas Halmahera pada Selasa (02/06) menggelar aksi protes atas kebijakan rapid tes yang dikeluarkan Gugus Tugas Covid-19 bagi seluruh sopir dan kenek sopir yang hendak melintas ke Halmahera dari Kota Ternate. Aksi protes ratusan sopir itu digelar tepat di pelabuhan penyebrangan Ferry ASDP Kota Ternate.

para sopir menilai kebijakan rapid tes yang dikeluarkan Gugus Tugas Provinsi maupun Kabupaten/Kota se-Malut itu selain sangat mahal juga tak memiliki dasar hukum.

“Kami siap dirapid tes, asalkan rapid tes-nya gratis dari pemerintah bukan dibebankan ke kami lagi. penghasilan kami menurun drastis baru dibebankan bayar rapid tes antara Rp 600-850.000, ini kan
sangat memberatkan kami sopir” kata Koordinator aksi Sahril kepada awak media di sela-sela aksi protes.

Menanggapi aksi protes para sopir, anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Ternate yang juga ketua fraksi Partai Nasdem Nurlela Syarif, menyayangkan sikap pemerintah provinsi Malut dan Kota Ternate yang dinilainya tidak memiliki hati Nurani, karena membebankan masyarakat membayar biaya rapid tes.

Padahal Anggaran untuk Penanganan dan Pencegahan Covid-19 untuk Provinsi Malut adalah lebih dari Rp 100 miliar sedangkan untuk Kota Ternate Rp 39 miliar.

“Surat keterangan Sehat dan repid tes ini muncul setelah terjadi bencana Non Alam dan dalam rangka ihtiar dari seluruh kabupaten/kota se-Malut untuk memutus mata rantai peredaran Covid-19 dengan memperketat pintu masuk diberlakukan semua kabupaten/kota untuk memprotek masyarakat” Jelas Nurlela.

Akan tetapi lanjut Nurlela, harus dipahami ketika membuat kebijakan dalam situasi bencana Non Alam ada konsekwensi yakni mewajibkan repid tes kepada seluruh aktifitas keluar masuk yang tidak mengenal siapa pun termasuk sopir lintas Halmahera yang mencapi lebih dari 200 orang
sopir dan kondektur yang aktifitasnya hanya melayani logistik dan perlengkapan medis.

“Sebelum-sebelumnya mereka melayani proyek infrastruktur. namun, dalam Eempat bulan ini pendapatan mereka menurun. Namun, perjalanan mereka pun terganjal setelah Gugus Tugas mewajibkan Sopir
dan kondektur wajib memiliki lampiran rapid tes ketika hendak melakukan perjalan lintas Halmahera. Sebelum disosialisasi kebijakan ini lantas diambil, akhirnya terjadi Chaose di lapangan” kata Nela.

Menurut Nurlela, kondisi psikologis para sopir dan kondektur sangat tidak stabil karena menempuh jarak yang cukup jauh, belum lagi kondisi tubuh mereka yang cape, sementara dalam perjalan mereka selalu ditahan disetiap pos dengan alasan tidak memiliki repid tes. bahkan sebagian disuruh putar balik, padahal mereka membawa logistik yang punya batas waktu.

Kata Nurlela, biaya repid tes yang dibebankan kepada masyarakat merupakan sesuatu yang sangat berlebihan ditengah masyarakat mengalami krisis ekonomi akibat efek berantai Covid-19.

“Bayangkan Rakyat dibebankan biaya repid tes antara Rp 500-850.000,-. per orang dengan durasi waktu selama 7 hari, itu jika hasil tesnya Non Reaktif. tetapi jika hasil tesnya Reaktif maka ada rapid tes yang kedua dan hasil repid tes itu berlaku hanya dalam sekali perjalanan. Dengan begitu berarti berapa banyak uang yang harus dikeluarkan oleh para sopir dan kondektur untuk membayar repid tes” jelasnya.

Ini yang saya katakan, lanjut Nurlela, menterjemahkan kebijakan pusat tanpa rasa keadilan dan prikemanusian bagi seluruh Rakyat Indonesia.
“Pandemi Covid-19 so bikin orang susah, so bikin orang sengsara, baru pemerintah kase kaluar kebijakan yang tambah orang singsara,
tambah orang menderita” cercar Nurlela.

Kita menghargai protap kesehatan, kata Nurlela, namun kebijakan membebankan repid tes kepada masyarakat terutama para sopir. Sementara biaya hidup mereka sehari-hari saja sudah sulit, ditambah dibebankan biaya rapid tes yang besar maka munculah gejolak sosial. ketika tidak segera diatasi oleh Pemerintah maka muncul gejolak baru, yakni bentrokan sosial, lalu Sopir mogok secara masal siapa yang tanggung kondisi itu. (dar)

Sumber : http://www.teropongmalut.com/warga-dibebani-biaya-rapid-tes-ditengah-anggaran-ratusan-miliar/

Share on facebook
Facebook
Share on twitter
Twitter
Share on whatsapp
WhatsApp

BeritaTerkait