Arah Jalan Menuju Bandara Ternate Di Palang

Ada perosalan urgen pada sedimen, pelapukan sampah dan pasir/tanah yang terjadi kenaikan pada tinggi level badan draenasi/got, Sabtu (26/6/2021) sore tadi di areal jalan utama menuju bandara Baabullah Ternate saat hujan deras terjadi di Kelurahan Akehuda Kecamatan Ternate Utara ini mendapat reaksi keras dari warga sekitar, yang menimbulakan pemalangan jalan.

Hal tersebut langsung direspon cepat oleh Wali Kota Ternate, M Tauhid Soleman yang turun langsung menyapa sejumlah warga yang melakukan aksi pemalangan jalan, kemudian menginstruksikan agar besok Minggu (27/6/2021), secepatnya di lakukan normalilsasi saluran draenasi di areal tersebut.

“Jadi persoalan ini sudah lama, sesuai dengan keterangan dari masyarakat setempat. Sehingga saya instruksikan Minggu besok untuk menuntaskan persoalan ini sesegera mungkin, dengan mengkeruk saluran yang tersumbat hingga adanya normaliasai saluran di kawasan tersebut,” tegas Wali Kota Ternate, M Tauhid Soleman, kepada Poskomalut.com, Sabtu (26/6/2021).

Menurutnya, hal ini juga dikarenakan persoalan pada ketersumbatan dari sedimen di areal draenasi. Paling lambat besok pagi, alat eksafator datang untuk mengkeruk dan harus langkah cepat, karena masyarakat sudah lama mengalami persoalan ini.

” Kejadian ini sudah dari tahun 2017/2018,” ujarnya.

Disisi lain Ketua Feraksi NasDem DPRD Kota Ternate, Nurlaela Syarif mengatakan memang aksi masyarakat Kelurahan Akehuda ini bagian dari luapan kekesalan atas apa yang mereka alami dan hadapi seputar banjir dan sampah.

“Berdasarkan hasil Investigasi memang di selokan seputaran akehuda sedimen tanah dan lumpur sudah tinggi, belum lagi tersumbat akibat sampah di selokan,” ucapnya.

Lanjutnya, aksi ini juga bagi dirinya sangat positif, menjadi bagian dari reaksi publik terhadap program prioritas atasi banjir dan sampah Wali Kota Ternate. Harus bersyukur masyarakat menaruh harapan besar pada pemerintahan ini akan pola penanganan sampah partisipatif dan berkelanjutan.

” Saran kami ujung tombaknya juga ada di jaringan pemerintahan kecamatan, kelurahan dan RT dan RW, skali lagi urusan persampahan bukan saja urusan Dinas Kebersihan, PUPR, Perkim. Namum libatkan kelurahan RT/RW dan elemen taktis lainnya,” jelasnya.

Ia bilang, bagi pihaknya yang juga komisi III DPRD langkah dan upaya Pemkot lewat prioritas penanganan sampah memang butuh kerja ekstra karena persoalan minimnya alokai anggaran, tapi pihaknya optimis Wali Kota Andalan mampu kreatif dan mencari solusi untuk perlahan atasi persoalan sampah berbasis partisipatif masyarakat.

“Saran kami juga yang sudah sering kami beri masukan yaitu, maksimalkan kelurahan, tunjangan tambahan penghasilan (TTP) Lurah, camat dan ASN segera cairkan infonya 3 bulan ini belum cair, nah nanti TTP ini dibuat jadi indikator kinerja salah satunya penanganan sampah, insentif RT/RW dimaksimalkan khusus untuk kinerja menjaga lingkungan mereka dari budayakan membuang sampah jangan di selokan, dan barangka, masyarakat di ajak bisa memilah sampah basah kering, masyarakat di ajak sampah bernilai ekonomis,” ungkapnya.

Ia menambahkan, Wali Kota harus tegas lewat instrumen ini berikan insentif atau TTP, tapi ukurnya lewat kinerja ada sistem reward dan panishman soal urusan sampah dan lingkungan.

” Bila perlu Lurah yang tidak bisa urusin persampahan di lingkungannya evaluasi, ganti lurah yang berkualitas dan berwawasan lingkungan,” pungkasnya.

Sekedar diketahui sejumlah pimpinan OPD teknis juga yang turun ke lokasi bersama Wali Kota Ternate, yakni Kepala BPBD, Arif Gani dan Plt kepala Bappelitbangda Rizal Marsaoly.(Sm/red)

Sumber : https://poskomalut.com/arah-jalan-menuju-bandara-ternate-di-palang/

Share on facebook
Facebook
Share on twitter
Twitter
Share on whatsapp
WhatsApp

BeritaTerkait